Industri adalah bidang yang menggunakan ketrampilan, dan ketekunan kerja (bahasa Inggris: industrious) dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi, dan distribusinya sebagai dasarnya. Maka industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah pertanian, perkebunan, dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah. Kedudukan industri semakin jauh dari tanah, yang merupakan basis ekonomi, budaya, dan politik.Sebelum kita memasuki pengelompokan dan macam-macam industri, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu pengertian dari industri. Apa itu industri? Sebuah sisi produksi kegiatan usaha disebut industri dan tentunya ada banyak contoh perusahaan industri yang tersebar di Indonesia. Industri ini merupakan sebuah kegiatan bisnis, yang terkait dengan peningkatan, produksi, pengolahan atau pembuatan produk.
Produk dari industri adalah barang konsumen dan juga barang produsen. Barang konsumen adalah barang, yang akhirnya digunakan oleh konsumen. Misalnya produk olahan makanan, tekstil, kosmetik, dan yang lainnya. Barang produsen adalah barang yang digunakan oleh produsen untuk memproduksi beberapa barang lainnya. Misalnya Mesin, peralatan, dan lain sebagainya. Perluasan perdagangan dan perdagangan bergantung pada pertumbuhan industri. Ini merupakan sisi penawaran pasar.
Macam-Macam Industri
Ada berbagai jenis industri yang bisa di temukan di Indonesia. Macam-macam industri tersebut secara umum adalah:
1. Industri Primer
Industri primer berkaitan dengan produksi barang dengan bantuan alam. Ini adalah industri yang berorientasi alam, yang membutuhkan usaha manusia yang sangat sedikit. Misalnya Pertanian, pertanian, kehutanan, perikanan, hortikultura, dan yang lain seperti contoh industri nonekstraktif.
2. Industri Sekunder
Industri ini akan terlibat dalam produksi ulang dan perbanyakan rempah tanaman dan hewan tertentu dengan objek penjualan. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan tersebut. Misalnya pembibitan tanaman, pemeliharaan ternak sapi, unggas, peternakan, dll.
3. Industri Ekstraktif
Industri ekstraktif berkaitan dengan ekstraksi atau pengambilan barang dari tanah, udara atau air. Umumnya produk industri ekstraktif masuk dalam bentuk mentah dan digunakan oleh industri manufaktur dan konstruksi untuk memproduksi produk jadi. Misalnya industri pertambangan, mineral batubara, industri minyak, bijih besi, ekstraksi kayu dan karet dari hutan, dll.
4. Industri Manufaktur
Industri manufaktur bergerak dalam mentransformasikan bahan baku menjadi produk jadi dengan bantuan mesin dan tenaga kerja. Barang jadi bisa berupa barang konsumsi atau barang barang. Misalnya tekstil, bahan kimia, industri gula, industri kertas, dll.
5. Industri Konstruksi
Industri konstruksi mengambil pekerjaan konstruksi bangunan, jembatan, jalan, bendungan, kanal, dan lain-lain. Industri ini berbeda dengan industri jenis lain karena dalam hal barang industri lain dapat diproduksi di satu tempat dan dijual di tempat lain. Tapi barang yang diproduksi dan dijual oleh industri konstruktif dipasang di satu tempat.
6. Industri Jasa
Di era modern, sektor jasa memainkan peran penting dalam pembangunan bangsa dan oleh karena itu dinamai sebagai industri jasa. Industri utama, yang termasuk dalam kategori ini, meliputi industri perhotelan, industri pariwisata, industri hiburan, dll yang merupakan penjabaran dari contoh industri fasilitatif.
7. Industri Kuarter
Merupakan industri yang melibatkan penggunaan industri teknologi tinggi. Orang-orang yang bekerja untuk perusahaan-perusahaan ini sering berkualifikasi tinggi dalam bidang pekerjaan mereka. Perusahaan riset dan pengembangan adalah tipe bisnis yang paling umum di sektor ini merupakan salah satu contoh industri Mengenai dampak industri di bidang pariwisata, dalam masalah ini keduanya memiliki hubungan yang sangat bergantungan. Bidang industri merupakan salah satu sektor yang memang dibutuhkan dalam bidang pariwisata. Industri bisa diibaratkan sebagai pelengkap dalam bidang pariwisata. Seperti halnya hotel, restaurant, taman hiburan dan travel agent. Tanpa adanya industri dalam bidang pariwisata, wisatawan tidak akan bisa memaksimalkan pengalamannya dalam berwisata. Seperti halnya, wisatawan mancanegara yang ingin berwisata ke Pulau Bali, tanpa adanya travel agent seorang tourist tidak akan paham dalam bidang bahasa maupun lokasi yang berada di Pulau Dewata ini. Dikatakan sebagai pelengkap, selain meningkatkan hal hal di bidang pariwisata, dengan adanya industri yang meramaikan pariwisata hal ini juga menambah penghasilan atau devisa bagi suatu negara karena yang dilihat pertama kali oleh wisatawan yang ingin berwisata pasti selalu melihat bagaimana akomodasi yang tersedia di tempat yang ingin mereka tuju. Akomodasi itulah yang dihasilkan oleh industri sehingga membantu perkembangan pariwisata di sebuah daerah. Dengan adanya ketersediaan industri, para wisatawan tidak akan ragu untuk mengunjungi lokasi pariwisata di luar jangkauannya. Para jaman milenial ini, semua wisata akan sangat mudah untuk dicari melalu berbagai aplikasi dan internet. Dengan adanya hal ini, kebutuhan wisatawan akan sangat mudah untuk diakses.
Dampaknya, para wisatawan akan mengenali lebih jauh suatu lokasi pariwisata dengan adanya industri-industri dalam media tersebut. Jadi jangkauan para wisatawan akan menjadi lebih terbuka dibandingkan dengan tidak adanya industri tersebut. Bukan hanya para wisatawan yang akan menjangkau suatu hal pariwisata, melainkan sebaliknya juga. Para industri juga harus melakukan langkah-langkah yang tepat agar suatu objek wisata akan lebih menarik dan memberikan pengalaman yang luar biasa kepada para wisatawan