Surabaya – Kunci dalam grand strategi pariwisata
era industri 4.0 adalah Sumber Daya Manusia. Demikian disampaikan pemerhati media
sosial Yulianus Firmansyah Ladung, menanggapi Pelatihan Dasar SDM
Kepariwisataan Goes to Campus (GTC) yang digagas Kemenpar. Kali ini, kegiatan
berlangsung di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur.
Menurut Yulianus, setidaknya ada lima tema besar yang dipersiapkan dalam
pengembangan SDM kepariwisataan. Meliputi Strategic Theme: Wonderful Indonesia
Digital Tourism 4.0, serta Strategic Imperatives for Transforming Tourism HR to
Win Global Competition in Industry 4.0. Selanjutnya, 5 Technology Enabler, 9
Key Initiatives for Discipline Executions, dan Pentahelix Collaboration
Approach.
“Di sisi lain, perlu adanya penerapan program transformasi SDM pariwisata
pada 5 unsur pentahelix. Yaitu pihak akademisi seperti para mahasiswa sekolah
pariwisata, para pelaku industri wisata, pemerintah, komunitas, dan
media,” ungkap Yulianus dalam keterangan tertulis, Rabu (10/7/2019).
Yulianus sependapat, penguatan SDM sangat penting dan perlu difokuskan. Sebab,
banyak pelaku industri pariwisata yang belum memiliki kesiapan menghadapi dunia
digital. Padahal, industrinya sendiri sudah sangat siap.
“Sebagaimana program Presiden Jokowi, sekarang adalah tahunnya SDM dan mahasiswa sebagai generasi milenial adalah kaum yang sangat tepat untuk membantu pariwisata, khususnya melalui sosial media,” tegasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur, Sinarto
berharap, kegiatan GTC dapat memacu berkembangnya wisata religi di Jatim.
Terlebih, daerah ini memiliki sejumlah tempat sebagai peninggalan Wali Songo.
Jejak penyebar agama Islam di Pulau Jawa ini terus memberikan pengaruh dan
menjadi magnet bagi wisata religi. Bahkan, tak jarang adawisatawan asing yang
juga tertarik untuk mengikuti perjalanan wisata religi.
“Jawa Timur memiliki destinasi yang lengkap. Mulai dari wisata alam,
wisata kota, hingga wisata religi dan sejarah. Namun yang cukup menarik
perhatian adalah wisata religi. Untuk wisata religi, ada beberapa makam Wali
Songo yang selalu ramai dikunjungi peziarah. Antara lain makam Sunan Ampel,
Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Giri, dan Sunan Gresik. Sebagai penyebar
agama Islam di Pulau Jawa, pengaruh mereka memang luar biasa,” ujar
Sinarto.
Deputi Bidang Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani
menegaskan, Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Goes to Campus digelar dengan
tujuan untuk meningkatkan kualitas dan wawasan SDM pariwisata. Dari kegiatan
ini, dia berharap muncul kader-kader pariwisata yang bisa berpartisipasi dalam
mengembangkan wisata berkelanjutan.
“Pariwisata terbukti mampu meningkatkan ekonomi dan perkembangan industri.
Karenanya, Kemenpar mendorong pariwisata melalui penguatan SDM. Yang jelas,
pariwisata memiliki spektrum fundamental pembangunan yang lebih luas. Antara
lain sebagai alat persatuan dan kesatuan bangsa, penghapusan kemiskinan
(poverty alleviation), dan pembangunan berkesinambungan (sustainable
development),” ungkapnya.
Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antarlembaga Kemenpar
Wisnu Bawa Tarunajaya menjelaskan, melalui SDM yang kompeten akan tercipta
suatu proses pelayanan yang berkualitas. Dengan kata lain, mampu memberikan
nilai (value) kepuasan bagi pihak yang menerima pelayanan jasa yaitu
wisatawan
“Peran SDM merupakan faktor yang sangat strategis,
khususnya pada sektor pariwisata yang karakteristik usahanya lebih banyak
bersifat jasa,” terangnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan
Goes to Campus akan dilakukan di beberapa perguruan tinggi di sejumlah daerah.
Semua dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kepekaan tentang
kepariwisataan. Khususnya melalui Sadar Wisata dan Sapta Pesona
“SDM Kepariwisataan merupakan tantangan yang cukup berat. Sebab, SDM
sangat menentukan segala sesuatu yang berhubungan dengan pariwisata,”
- Kehadiran teknologi
berperan penting dalam mempermudah kehidupan masyarakat Indonesia dalam
berbagai hal, salah satunya sektor pariwisata. Perubahan perilaku wisatawan
terlihat ketika search and share 70%
sudah melalui perangkat digital.“Terbukti bahwa teknologi dapat mempengaruhi
dan membentuk cara seseorang dalam melakukan kegiatan wisata, mulai dari
perencanaan perjalanan, saat dalam perjalanan, sampai dengan saat kembali dari
perjalanannya,” ucap Fransiskus Xaverius Teguh, Asisten Deputi
Manajemen Strategis Kementerian Pariwisata, pada acara Focus Group Discussion (FGD)
dengan tema Teknologi dan Kepariwisataan, di Hotel Morrisey, Jakarta, Jumat
(05/04/2019). Teknologi merupakan salah satu variabel penguatan manajemen
strategi pariwisata seperti tertuang dalam analisis PESTEL (Politic, Economy, Social, Technology,
Environ Dalam perjalanan (On The Road): Mobile Phone -> The best Co-pilot
Hadirnya smartphone menjadi pemandu terbaik dalam melakukan perjalanan wisata. Saat seseorang berwisata ia bisa mendapatkan berbagai informasi hanya dengan smartphone yang dimilikinya. Mulai dari tempat wisata yang ingin dikunjungi, cara menuju ke tempat tersebut, tempat makan khas suatu daerah, hingga tempat belanja oleh-oleh dapat diketahui dengan smarphone yang kita miliki.